MAKALAH
PERANAN MEDIA PENDIDIKAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Media
Pendidikan
Dosen Pembimbing : Drs. Sumarso, M.M
Disusun oleh :
1.
Halimah
2.
Miftahul
Hadi
3.
Imam
Ashari
4.
Hesi
Heryani
SEMESTER VI A
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ‘ULAMA PURWOREJO
TAHUN AJARAN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi
Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan
baik berupa nikmat kesehatan ataupun nikmat kesempatan sehingga
penulisan makalah ini dapat diselesaikan.
Shalawat bagi Nabi Muhammad
SAW yang telah meletakkan peradaban kemanusiaan yang diridhoi Allah SWT.
Penulis tahu, bahwa
dalam penulisan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan dari sisi isi pembahasan, penulisan kalimat dan
sebagainya, beranjak dari kesadaran itu
penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif sebagai penambahan pengetahuan
bagi penulis dalam menyusun makalah di lain waktu.
Terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah ini yang telah
memberikan ilmunya serta bimbingannya kepada kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan Pada teman-teman yang turut memberikan sumbangsih pikiran serta tenaga
dalam penyusunan makalah ini.
Penulis juga tak lupa untuk
meminta maaf yang sebesar-besarnya jika dalam pembuatan makalah ini ada
pihak/badan yang merasa dirugikan,karena semuanya hanya kebetulan saja.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah
metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan.
Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media
pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus
diperhatikan dalam memili media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran,
jenis tugas dan respons yang diharapkan siswa
jyasau setekag oenbekaharab berkabgsybgm dab jibtejs oenbekaharab
ternasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah
satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang
turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan
diciptakan oleh guru.
Pemakaian media
pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan
keinginan yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar,
dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu
keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada
saat itu.
Tak bisa dipungkiri,
dewasa ini media telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Di negara maju,
media telah mempengaruhi hampir sepanjang waktu hidup seseorang. Bahkan seorang
insinyur ternama Amerika Serikat, B. Fuller mengatakan bahwa media telah
menjadi "orang tua ketiga" bagi anak (guru adalah orang tua kedua).
Meskipun perkembangannya di Indonesia belum mencapai taraf seperti itu, namun
kecenderungan ke arah itu sudah mulai tampak.
Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, peranan media juga tidak bisa
diabaikan.
Sebagai salah satu
komponen pembelajaran, media tidak bisa luput dari pembahasan sistem
pembelajaran secara menyeluruh. Pemanfaatan
media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru dalam
setiap kegiatan pembelajaran. Namun kenyataanya bagian inilah yang masih sering
terabaikan dengan berbagai alasan. Alasan yang sering muncul antara lain:
terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang
tepat, tidak tersedianya biaya, dll. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi
jika setiap guru telah membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam
hal media pembelajaran. Sesungguhnya betapa banyak jenis media yang bisa
dipilih, dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kondisi waktu, biaya
maupun tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Setiap jenis media memiliki
karakteristik tertentu yang perlu kita pahami, sehingga kita dapat memilih
media yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.
B. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan
pengertian media pembelajaran, sumber belajar.
2. Menjelaskan fungsi, media dalam pembelajaran.
3. Menjelaskan peranan media dan sumber belajar.
4. Menjelaskan manfaat dari media pembelajaran.
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan media belajar dan sumber
belajar.
2. Untuk mengetahui peran dan fungsi apa saja yang diperlukan dalam
media pembelajaran,
3. Untuk mengetahui manfaat dari media pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran Dan Sumber Belajar
1. Media Pembelajaran
Media berasal dari
bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium secara harafiah berarti
perantara atau pengantar. Banyak batasan yang diberikan tentang
pengertian media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association
Of Education and Communication Technology/ AECT) sebagaimana dikutip Arief
S. Sadiman (2006: 6) membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Ahmad Rohani (1997: 3)
mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi
sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses
belajar-mengajar). Pengertian serupa diungkapkan Arief S. Sadiman (2006: 7)
yang menyatakan media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar
terjadi. Sementara Smaldino, et.al (2005:5) menyatakan media sebagai sarana
komunikasi dan sumber informasi.
Untuk memahami pengertian
media pembelajaran lebih lanjut, mari kita simak pendapat dari beberapa ahli
lainnya, Gagne dalam Yusufhadi Miarso (2007: 457) menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa/mahasiswa
yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Briggs dalam Yusufhadi Miarso (2007:
457) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah sarana untuk memberikan
perangsang bagi siswa supaya proses belajar terjadi. Media
pendidikan/pembelajaran berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu teknologi.
Perkembangan dari media visual, audio visual, televisi, komputer hingga
teknologi modern lainnya.
2. Sumber Belajar
Saudara mahasiswa yang berbahagia, dalam
usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, guru
tidak boleh melupakan satu hal yang sudah pasti kebenarannya yaitu bahwa
peserta didik atau siswa harus diupayakan untuk banyak berinteraksi dengan
sumber belajar. Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diwujudkan proses
pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal. Namun
demikian sebelum kita membahas topik ini lebih lanjut perlu diketahui, apa
sebenarnya sumber belajar itu?, mengapa hal ini penting dibahas, karena dalam
banyak kesempatan sering dijumpai bahwa seseorang memaknai sumber belajar hanya
guru dan buku.
AECT (1977) mengartikan sumber belajar
sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang) yang dapat dipakai oleh
pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi untuk memperlancar
belajar. Dalam hal ini sumber belajar meliputi pesan, orang, material, alat,
teknik, dan lingkungan. Sumber belajar bahkan berubah menjadi komponen sistem
instruksional apabila sumber belajar itu diatur sebelumnya (prestructured),
didesain dan dipilih lalu dikombinasikan menjadi suatu sistem instruksional
yang lengkap sehingga berdampak pada pembelajaran yang bertujuan dan
terkontrol.
3. Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Latuheru (1988),
fungsi utama dari media pembelajaran adalah untuk meningkatkan interaksi antara
guru dan murid. Sejalan dengan Latuheru, Brown, Lewis dan Harcleroad (1983),
menyatakan bahwa media pembelajaran berperan semakin penting untuk memungkinkan
siswa mencapai manfaat dari belajar secara individual.
Secara rinci Sadiman (1990) menyatakan bahwa fungsi media pembelajaran
adalah sebagai berikut :
a) Dengan menggunakan media pembelajaran pesan yang akan dikomunikasikan
menjadi jelas dan dapat dipahami.
b) Digunakan untuk mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu.
c) Dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar
d) Memungkinkan interaksi langsung antara murid dengan lingkungan dan
realita belajar.
e) Dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar yang sama dan
membangkitkan persepsi yang sama pula walau ada perbedaan pada setiap individu
siswa.
A. Peranan Media Dan Sumber Belajar
1. Peranan media pembelajaran
Ada
beberapa peranan media pembelajaran menurut Ahmad Rohani (1997), diantaranya adalah:
a) Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.
b) Media pembelajaran mengatasi batas-batas ruang kelas.
c) Mengamati benda yang terlalu kecil.
d) Mengamati benda yang bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.
e) Mengamati suara yang halus untuk didengar.
f) Mengamati peristiwa-peristiwa alam.
g) Media pembelajaran berperan membangkitkan minat belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui
bahwa media pembelajaran berperan untuk membantu mewujudkan tujuan
pembelajaran. Media pembelajaran dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang
menyangkut pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana (2005)
bahwa media pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses
pembelajaran.
2. Peranan Sumber
Belajar
Sama halnya seperti media pembelajaran, sumber
belajar juga memiliki peranan, diantaranya adalah sebagai berikut:
a) Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh pengetahuan (belajar).
b) Mentransmisi rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa (ungkapan
transmisi dalam konteks ini mempunyai dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan
pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, di mana, dan bagaimana”;
pertanyaan-pertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu mengorganisasi
dimensi sumber belajar.
B. Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah
memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa
belajar secara optimal. Namun demikian, secara khusus manfaat media
pembelajaran seperti dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985), yaitu:
1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2. Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang sesuatu
hal. Melalui media, penafsiran yang beraneka ini dapat direduksi, sehingga
materi tersampaikan secara seragam.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
4. Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat
dilihat (visual), sehingga dapat mendeskripsikan prinsip, konsep, proses maupun
prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lebih jelas dan
lengkap.
5. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
6. Jika dipilih dan dirancang dengan benar, maka media dapat membantu guru
dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa media, guru mungkin
akan cenderung berbicara “satu arah” kepada siswa.
7. Jumlah waktu belajar dapat dikurangi.
8. Seringkali terjadi, para guru banyak menghabiskan waktu untuk
menjelaskan materi ajar. Padahal waktu yang dihabiskan tidak perlu sebanyak
itu, jika mereka memanfaatkan media dengan baik.
9. Kualitas belajar siswa dapat lebih ditingkatkan.
10. Penggunaan media tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih efesien,
tetapi juga membanu siswa menyerap materi ajar secara lebih mendalam dan utuh.
11. Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
12. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat
belajar di mana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa bergantung pada
keberadaan guru.
13. Sikap positif siswa terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Media pendidikan yang dipergunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi
pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai
media pembelajaran. Media pembelajaran secara khusus dipergunakan dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan atau kompetensi tertentu yang dirumuskan.
2. Sumber belajar sebagai semua sumber (data, manusia, dan barang) yang
dapat dipakai oleh pelajar sebagai suatu sumber tersendiri atau dalam kombinasi
untuk memperlancar belajar dan meliputi pesan, orang, material, alat, teknik,
dan lingkungan.
3. Peran media dalam pembelajaran sangat signifikan, karena media
pembelajaran merupakan suatu bagian integral dari keseluruhan proses pendidikan
dalam semua program dan jenjang. Kualitas outpot dari sebuah sekolah termasuk
media sebai salah satu unsur yang menentukan, Karenanya seorang guru
profesional tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran yang akan
disampaikan kepada anak didiknya, akan tetapi juga harus mampu memanfaatkan
mengembangkan media pembelajaran, agar pencapaian prestasi belajar akan sesuai
dengan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai.
B. Saran
Dengan adanya
makalah ini dapat membantu kita sebagai calon guru harus memperhatikan dan
melaksanakan tugas sebagai seorang guru dengan peran dan tanggungjawab yang
sudah diberikan kepada kita.
Daftar pustaka
Arsyad, Azhar, 1997 .Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo
Persada, Jakarta.
Latuheru,D.J.1988. Media pembelejaran dalam Proses Belajar Mengajar
Masa Kini.
Depdikbud Dirjen Dikti, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga
kependidikan.
Rohan, Ahmad,1997.Media Instructional Educatif, Rineka Cipta,
Jakarta.
Sudjana dan Riva’i,1989. Media Pengajaran,Sinar baru, Bandung.
http://rosnielka.blogspot.com/2013/05/makalah-peran-media-pembelajaran.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar